Pranata Mangsa: 12 Kalender Musim Jawa dan Maknanya
Ditulis oleh Ky Tutur — persona editorial JavaSense untuk membaca budaya Jawa secara reflektif. Diperiksa dan dikelola oleh Redaksi JavaSense. Terakhir diperbarui:…
BACA →
Ditulis oleh Ky Tutur — persona editorial JavaSense untuk membaca budaya Jawa secara reflektif. Diperiksa dan dikelola oleh Redaksi JavaSense. Terakhir diperbarui:…
BACA →
… kabut pagi masih setia memeluk lereng bukit, menyisakan embun di daun-daun jati. Dinginnya menyapa kulit, namun kehangatan dari secangkir teh jahe…
BACA →
Makna dukun sebenarnya bukan semata ilmu hitam, melainkan gelar keahlian yang pernah dihormati dalam kehidupan masyarakat Jawa. Angger, anakku… Ada kata yang…
BACA →
… Duduklah dekat Paman, di pendopo ini, di antara hembusan angin yang membawa aroma garam dan wangi melati. Langit di atas kita,…
BACA →
Makna sesajen sebenarnya dapat dibaca sebagai bahasa syukur, hormat, dan eling dalam budaya Jawa. Angger, anakku… Pernahkah engkau berjalan pagi, lalu melihat…
BACA →
Makna mantra sebenarnya dapat dibaca sebagai alat untuk menata pikiran, rasa, dan niat. Angger, anakku… Pernahkah engkau sadar bahwa ada suara yang…
BACA →
Makna laku tapa bukan menyiksa diri, melainkan menata batin agar manusia kembali menjadi tuan atas dirinya sendiri. Angger, anakku… Mari kita bicara…
BACA →
Tradisi Jawa menyimpan tata krama, busana, weton, dan cara membaca waktu sebagai warisan laku yang tetap relevan. Angger, anakku… Tradisi Jawa bukan…
BACA →
… Ada yang berbisik di balik daun pisang yang masih basah embun pagi. Ada yang bergerak pelan di antara asap kemenyan yang…
BACA →
… Udara pagi di pendapa ini selalu membawa ketenangan yang khas. Aroma melati yang semalam merebak kini berbaur dengan embun yang memudar,…
BACA →